Tiap Hari, Lebih dari 10.000 Pasang Mata
Membaca Badilag.net
Para pegawai Ditjen Badilag Bagian Dokumentasi dan
Informasi terlihat kompak. Dari kiri: Hermansyah, Helmi Indra Mahyudin, Endah
Purnamasari, Hirpan Hilmi, dan Iwan Kartiwan.
Jarum jam telah melewati angka 8
malam, tapi Endah Purnamasari belum beranjak dari ruang kerjanya. Sudah tiga
jam pegawai Ditjen Badilag bagian dokumentasi dan informasi ini menunggu data
penting dari Biro Kepegawaian MA. Isinya: pengumuman hasil tes CPNS dan calon
hakim MA. Dan, menjadi tugas Endah untuk meng-upload pengumuman itu di situs
badilag.net.
“Kok lama banget. Saya kan setelah ini harus naik kereta api ke Depok,” ujar
Endah, kepada rekan kerjanya, Helmi Indra Mahyudin. Karena hingga pukul 20.30 pengumuman
itu belum juga tiba, Endah akhirnya meminta bantuan Helmi agar meng-upload
pengumuman yang dinanti-nanti puluhan ribu orang itu. Malam itu, dengan
mempercepat langkah kakinya, Endah kemudian bergegas menuju stasiun Cikini. Dia
mengejar kereta api terakhir tujuan Depok.
Pengumuman hasil tes CPNS dan calon hakim MA merupakan salah satu informasi
yang paling diburu. Redaksi badilag.net kerap menerima e-mail yang berisi
pertanyaan kapan pengumuman itu bakal dirilis. Karena itu, pegawai bagian
dokumentasi dan informasi Badilag rela memperpanjang jam kerjanya demi
menyuguhkan informasi itu secepatnya kepada pembaca.
Tak lama setelah pengumuman itu ditampilkan, 10 November 2009 lalu,
pengunjung badilag.net langsung meningkat drastis. Tercatat, jumlah
pengunjung badilag.net menembus angka 27.708. Saking banyaknya
pengunjung, badilag.net pun terkena efek sampingnya. "Saat itu, website
ini sukar diakses. Loading-nya lambat sekali," kata Endah.
Pada
tahun 2009, tiap hari, pengunjung badilag.net rata-rata berjumlah
10804. Angka ini cukup tinggi, mengingat hakim dan pegawai peradilan
agama seluruh Indonesia, berdasarkan data 2008 lalu, berjumlah 10187
orang.
Ditinjau dari keragaman pembacanya, badilag.net
sesungguhnya bisa dikategorikan sebagai website komunitas. Artinya,
website ini hanya ditujukan untuk komunitas tertentu, yakni aparat dan
pengguna peradilan agama. Meski demikian, karena Ditjen Badilag adalah
lembaga publik, institusi ini punya kewajiban memberi informasi kepada
masyarakat yang lebih luas.
Dengan begitu, sejatinya ada dua
yang disasar badilag.net. Pertama, kelompok internal, yang terdiri dari
aparat PTA dan PA seindonesia. Kedua, kelompok eksternal, yang terdiri
dari pencari keadilan, akademisi, LSM, dan masyarakat internasional.
“Sejak didirikan hingga akhir 2009 ini, badilag.net dikunjungi lebih
dari 5,6 juta kali. Pengunjungnya sebagian besar adalah warga peradilan
agama,” kata Hirpan Hilmi, Plt. Kasubag Dokumentasi dan Informasi
Ditjen Badilag.
Rekor-rekor yang Ditorehkan badilag.net Tahun 2009
Jenis Informasi
Judul
Keterangan
Pengumuman yang paling diburu
Pengumuman hasi tes CPNS dan calon hakim MA
Jumlah pengunjung badilag.net naik menjadi 27.708.
Berita dengan komentator terbanyak
“Dr. H. Hasbi Hasan, MH: Satu Lagi Hakim Bergelar Doktor Dengan Predikat Cumlaude”
Komentator berjumlah 118
Artikel yang paling banyak dibaca
“Dari Klub Poligami ke Pengadilan Agama”
Dibaca 3070 kali dan mendapatkan 67 komentar
Komunikasi Dua Arah
Tahun 2009 lalu
dicanangkan Ditjen Badilag sebagai tahun peningkatan pelayanan publik
dan peningkatan mutu SDM. Untuk menyukseskan program-program itu,
diperlukan supervisi dan koordinasi yang baik.
Nah, pemanfaatan
website badilag.net merupakan bagian dari upaya penyuksesan
program-program kerja itu. Di samping digunakan sebagai wahana
koordinasi antara Ditjen Badilag dengan satuan kerja di daerah, website
ini juga difungsikan sebagai arena untuk menampilkan berita dari
pengadilan agama di daerah, baik di tingkat pertama maupun banding.
Dengan begitu, terjalin komunikasi dua arah, yang menguntungkan kedua
belah pihak.
Tahun 2009 ini, kontribusi berita dari daerah kian
bertambah. Tercatat, ada 669 berita dari daerah, yang ditampilkan di
rubrik Seputar Peradilan Agama. Sementara itu, berita Seputar Ditjen
Badilag berjumlah 155. “Kalau dikalkulasi, tiap hari kerja, rata-rata 3
berita ditampilkan di badilag.net,” kata Hirpan Hilmi.
Berita
berjudul “Dr. H. Hasbi Hasan, MH: Satu Lagi Hakim Bergelar Doktor
Dengan Predikat Cumlaude”, yang dimuat pada 21 Oktober 2009, merupakan
salah satu berita yang paling banyak menuai apresiasi. Tercatat, 118
orang melontarkan komentarnya terhadap isi berita ini.
Selain
rubrik Seputar Ditjen Badilag dan Seputar Peradilan Agama, yang
diperbarui secara rutin adalah rubrik artikel. Selama 2009 ini, 85
artikel dimuat di badilag.net. Secara keseluruhan, sejak badilag.net
dibangun, terdapat 234 artikel yang dimuat.
Khusus mengenai
artikel, belakangan ini Badilag berupaya membuat improvisasi.
Sebelumnya, artikel yang dimuat Badilag harus memenuhi kaidah ilmiah
yang ketat. Standar penulisannya mirip dengan standar penulisan di
jurnal ilmiah, disertai catatan kaki dan daftar pustaka. Baru-baru ini,
Badilag mencoba menampilkan artikel bergaya populer. Tema yang diangkat
tetap mengenai hukum Islam dan kompetensi peradilan agama, namun
disajikan dengan bahasa yang enak dibaca dan gampang dicerna.
Improvisasi ini ternyata membuahkan hasil. Artikel berjudul “Dari Klub
Poligami ke Pengadilan Agama” yang ditulis Hermansyah mungkin bisa
dijadikan salah satu indikatornya. Hingga ulasan ini dibuat, artikel
itu telah dibaca 3070 kali dan berhasil menjaring 67 komentar.
Nah, mengenai siapa saja yang rajin mengomentari konten badilag.net, redaksi badilag.net juga punya database-nya. Believe it or not,
komentar paling banyak berasal dari pulau paling timur Indonesia:
Papua. Ridwan Almunir, Endang Muchlis, dan Uwanudiin—ketiganya dari PTA
Jayapura—adalah warga PA yang tak pernah bosan mencurahkan pikirannya
mengenasi suatu hal yang ditulis badilag.net.
Pengunjung
badilag.net lainnya yang rajin menyumbangkan komentar di antaranya
adalah Masrinedi (PA Painan), Cece Rukmana (PA Pandeglang), Insyafli
(PTA Padang), Irfan Husaini (PA Painan), dan Syamsulbahri (PA Biak).
Para pegawai Ditjen Badilag Bagian Dokumentasi dan Informasi di ruang kerjanya.
Dirjen Badilag sangat Mengapresiasi
“Kami sangat mengapresiasi respon yang diberikan aparat peradilan agama
di daerah, baik dalam hal mengirim berita maupun artikel. Bahkan kami
juga sangat menghargai setiap komentar. Itu adalah wujud kepedulian dan
perasaan memiliki,” kata Dirjen Badilag Wahyu Widiana.
Dirjen
Badilag juga berharap agar warga peradilan agama memberikan respon yang
sama terhadap badilag.net versi Inggris dan Arab. “Kini badilag.net
hadir dalam tiga bahasa. Ini bukan persoalan membangun citra, tapi
semata-mata demi meningkatkan kinerja dan memacu semangat,” tandas
Wahyu Widiana.
Badilag.net versi Inggris, yang dilaunching pada
13 Juli 2009, saat ini telah dikunjungi sebanyak 11674 kali terhitung
sejak diaktifkannya visitor counter pada 15 september 2009. Tiap hari
rata-rata ada 112 pengunjung. Sementara itu, badilag.net versi Arab,
yang dilaunching pada 12 Desember 2009, telah ditengok pengunjung
sebanyak 1820 kali. Artinya, tiap hari rata-rata ada 108 pengunjung.
(hermansyah)
Buy-Cheap-Tramadol
By: Buy-Cheap-Tramadol (Guest) on 07-09-2010 14:19